MERIAHNYA RASULAN NGAWIS

FARAH AYU MULIASARI 19 Juni 2024 09:47:35 WIB

Rasulan adalah salah satu bentuk tradisi perayaan pasca panen yang diselenggarakan oleh masyarakat Jawa di Kabupaten Gunungkidul di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tradisi Rasulan memiliki nilai-nilai ajaran islam berupa ajakan mengagungkan kebesaran Allah SWT. Kegiatan Rasulan ini dipandang sebagai cara atau media untuk menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT. Karena telah memberikan hasil panen yang melimpah dan diharapkan terhindar dari segala musibah.

 

Pada Selasa, Legi tanggal 18 Juni 2024, Padukuhan Ngawis 1 dan Padukuhan Ngawis 2 memperingati Rasulan dengan mengadakan acara Kirab Budaya yang diikuti oleh 8 (delapan) RT dari kedua Padukuhan.

 

Dalam acara Kirab tersebut, terdapat banyak Kebudayaan yang ditampilkan. Diantaranya, Drumband, Reog, Toklek, yang ditutup dengan penampilan Tarian Dewi Sri. Tarian ini terinspirasi dari Legenda Dewi Sri, symbol kesuburan dan keutuhan alam. Masyarakat percaya bahwa kehadiran Dewi Sri memberi kesuburan. Dalam tarian tersebut juga menceritakan mengenai tanaman padi petani yang diganggu hama yang diwujudkan dengan siluman babi dan Dewi Sri sebagai penolong petani memerangi siluman tersebut untuk membantu petani agar tanaman padi petani bisa panen dengan baik.

 

Dalam acara Kirab tersebut, masyarakat di seluruh Kalurahan Ngawis tampak antusias dan memadati sepanjang jalan rute Kirab. Rasulan ini merupakan kebudayaan yang masih terus dilestarikan oleh masyarakat sekitar.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung