Hari Jadi Kalurahan Ngawis ke-115: Merawat Sejarah, Melestarikan Budaya, dan Menguatkan Kebersamaan

FARAH AYU MULIASARI 31 Agustus 2026 10:15:51 WIB

Ngawis, 28 Agustus 2026 — Pemerintah Kalurahan Ngawis menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kalurahan Ngawis ke-115 pada Jumat, 28 Agustus 2026. Bertempat di Kalurahan Ngawis, kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakatan, serta perwakilan warga dari seluruh padukuhan yang ada di Kalurahan Ngawis.

Peringatan Hari Jadi ke-115 ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial untuk memperingati bertambahnya usia Kalurahan Ngawis, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah, menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, serta memperkuat semangat kebersamaan masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh Forkompimkap Kapanewon Karangmojo, yang terdiri dari Panewu Karangmojo, Danramil Karangmojo, dan Polsek Karangmojo. Kehadiran Forkompimkap menjadi bentuk dukungan dan sinergi dalam menjaga hubungan yang harmonis antara Pemerintah Kalurahan Ngawis dengan unsur pemerintahan serta keamanan di wilayah Kapanewon Karangmojo.

Selain Forkompimkap, kegiatan juga dihadiri oleh perwakilan RT, RW, kader, kepala sekolah, Linmas, dinas terkait, serta UPT Puskesmas Karangmojo 1. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan dan kemajuan Kalurahan Ngawis merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Kirab 12 Kendi Air, Simbol Persatuan 12 Padukuhan

Salah satu rangkaian yang menjadi daya tarik sekaligus memiliki makna mendalam dalam peringatan Hari Jadi Kalurahan Ngawis ke-115 adalah kirab air yang terdiri dari 12 kendi, yang masing-masing berasal dari 12 padukuhan di Kalurahan Ngawis.

Dua belas kendi air tersebut dikirab sebagai simbol bahwa seluruh padukuhan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kalurahan Ngawis. Meskipun setiap padukuhan memiliki karakter, sejarah, tradisi, dan potensi masing-masing, semuanya bersatu dalam satu wadah, yaitu Kalurahan Ngawis.

Air yang dibawa dalam kirab juga menjadi simbol kehidupan, kesucian, kesejukan, dan keberlanjutan. Penyatuan air dari 12 padukuhan dapat dimaknai sebagai harapan agar seluruh masyarakat Ngawis senantiasa bersatu, hidup rukun, saling menguatkan, serta bersama-sama menjaga keberlangsungan kehidupan dan pembangunan kalurahan.

Kirab tersebut menjadi gambaran bahwa kekuatan Kalurahan Ngawis bukan hanya berada pada pemerintahannya, tetapi juga pada persatuan dan gotong royong masyarakat di seluruh 12 padukuhan.

Semangat tersebut sejalan dengan perjalanan Kalurahan Ngawis yang telah melewati usia 115 tahun. Dari generasi ke generasi, masyarakat terus menjaga kebersamaan dan nilai gotong royong sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Arak-arakan Sajen, Ingkung, dan Tumpeng

Selain kirab air, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan arak-arakan berbagai ubarampe tradisional berupa sajen, ingkung, dan tumpeng.

Keberadaan berbagai ubarampe tersebut menjadi bagian dari upaya untuk tetap mengenalkan dan melestarikan budaya serta tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat. Sajen, ingkung, dan tumpeng tidak hanya dipandang sebagai bagian dari rangkaian acara, tetapi juga mengandung simbol dan filosofi yang erat dengan kehidupan masyarakat Jawa.

Tumpeng menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa dan harapan agar masyarakat senantiasa mendapatkan keberkahan dan keselamatan. Sementara ingkung menjadi salah satu simbol dalam tradisi Jawa yang mengandung nilai kebersamaan, ketulusan, serta ungkapan rasa syukur.

Arak-arakan tersebut berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan. Warga dari berbagai padukuhan turut mengambil bagian dalam kegiatan sehingga peringatan Hari Jadi Kalurahan Ngawis terasa sebagai perayaan bersama seluruh masyarakat.

Melalui kegiatan budaya seperti ini, Pemerintah Kalurahan Ngawis berupaya agar peringatan hari jadi tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk nguri-uri budaya dan mengenalkan tradisi kepada generasi muda.

Penampilan Reog dari Siswa-Siswi SD Karanganom 1

Suasana peringatan semakin meriah dengan adanya penampilan kesenian Reog yang dibawakan oleh siswa-siswi SD Karanganom 1.

Penampilan para pelajar tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian para tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Dengan penuh semangat, para siswa menampilkan kesenian tradisional di hadapan para tamu dan warga.

Keterlibatan siswa-siswi dalam peringatan Hari Jadi Kalurahan Ngawis juga memiliki nilai penting dalam upaya pelestarian budaya. Generasi muda merupakan penerus yang nantinya akan melanjutkan keberadaan berbagai kesenian dan tradisi yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya.

Melalui kesempatan tampil dalam kegiatan desa atau kalurahan, para siswa tidak hanya belajar tentang seni pertunjukan, tetapi juga belajar mengenai keberanian, kerja sama, kedisiplinan, serta rasa bangga terhadap budaya daerah.

Penampilan Reog tersebut sekaligus menunjukkan bahwa budaya lokal dapat terus hidup apabila diberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan menampilkannya.

Menghormati Para Purnatugas Pamong Kalurahan

Hal lain yang tidak kalah penting dalam peringatan Hari Jadi Kalurahan Ngawis ke-115 adalah kehadiran para Purnatugas Pamong Kalurahan Ngawis yang turut diundang dalam acara tersebut.

Undangan khusus kepada para purnatugas menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi atas pengabdian yang telah mereka berikan kepada Kalurahan Ngawis pada masa sebelumnya.

Perjalanan sebuah kalurahan tidak dapat dipisahkan dari orang-orang yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, dan pengabdiannya. Para pamong yang telah menyelesaikan masa tugasnya merupakan bagian penting dari sejarah panjang Kalurahan Ngawis.

Oleh karena itu, menghadirkan mereka dalam peringatan Hari Jadi ke-115 merupakan sebuah bentuk penghargaan bahwa jasa para pendahulu tidak dilupakan.

Mereka mungkin telah menyelesaikan tugas secara administratif, tetapi pengabdian dan kontribusi yang pernah diberikan tetap menjadi bagian dari perjalanan Kalurahan Ngawis.

«“Hari ini kita melanjutkan apa yang telah dimulai oleh para pendahulu. Mengundang para purnatugas bukan sekadar menghadirkan mereka dalam sebuah acara, tetapi merupakan wujud penghormatan bahwa setiap pengabdian memiliki tempat dalam sejarah Kalurahan Ngawis. Apa yang kita nikmati dan lanjutkan hari ini tidak terlepas dari kerja keras dan perjuangan mereka di masa lalu.”»

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pesan kepada generasi pamong dan masyarakat saat ini bahwa setiap bentuk pengabdian kepada masyarakat memiliki arti penting. Tidak ada pengabdian yang sia-sia, karena setiap langkah yang dilakukan oleh para pendahulu menjadi bagian dari fondasi bagi pembangunan di masa berikutnya.

115 Tahun Menjaga Sejarah dan Menatap Masa Depan

Memasuki usia 115 tahun merupakan sebuah perjalanan panjang bagi Kalurahan Ngawis. Selama lebih dari satu abad, Kalurahan Ngawis telah mengalami berbagai perubahan zaman dan dinamika kehidupan masyarakat.

Peringatan Hari Jadi menjadi momentum untuk menengok kembali perjalanan tersebut, mengambil pelajaran dari masa lalu, mensyukuri berbagai capaian yang telah diraih, serta menyusun semangat baru untuk menghadapi masa depan.

Nilai-nilai seperti gotong royong, kebersamaan, kerukunan, kepedulian, dan penghormatan terhadap para pendahulu diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Ngawis.

Kirab 12 kendi dari 12 padukuhan menjadi simbol persatuan. Sajen, ingkung, dan tumpeng menjadi bagian dari pelestarian tradisi dan ungkapan rasa syukur. Penampilan Reog oleh siswa-siswi SD Karanganom 1 menjadi gambaran bahwa budaya dapat diwariskan kepada generasi muda. Sementara kehadiran para purnatugas pamong menjadi pengingat bahwa pembangunan hari ini berdiri di atas pengabdian orang-orang yang telah lebih dahulu menjalankan tugasnya.

Semua rangkaian tersebut menyatu dalam satu pesan: Hari Jadi bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi tentang bagaimana sebuah masyarakat menghargai sejarah, merawat budaya, menghormati jasa pendahulu, dan bersama-sama menyiapkan masa depan.

Dengan semangat Hari Jadi Kalurahan Ngawis ke-115, Pemerintah Kalurahan Ngawis mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan, meningkatkan semangat gotong royong, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan kalurahan.

Semoga Kalurahan Ngawis semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, budayanya tetap lestari, dan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat semakin erat.

Selamat Hari Jadi Kalurahan Ngawis ke-115.

“115 Tahun Ngawis: Merawat Sejarah, Melestarikan Budaya, Menghargai Pengabdian, dan Bersama Melangkah Menuju Masa Depan.”

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • joko indarto
    Salam indonesia ...baca selengkapnya
    23 Mei 2018 14:39:18 WIB
  • Joko rus indato
    ...baca selengkapnya
    22 April 2018 21:06:18 WIB
  • Ridwan Hasani
    Alhamdulillah terimakasih kepada seluruh jajaran p...baca selengkapnya
    13 Maret 2018 00:00:22 WIB
  • Astuti Dewi
    Alhamdulillah acara berjln dengan lancar, walau ja...baca selengkapnya
    17 Juni 2017 12:23:41 WIB
  • Eka Safitri
    Alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar...se...baca selengkapnya
    16 Juni 2017 11:49:08 WIB
  • DIAS
    JOOOSSS...baca selengkapnya
    03 November 2016 07:52:08 WIB
  • @jenggot
    Mantabbb...baca selengkapnya
    27 Oktober 2016 05:39:09 WIB
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial